Review: Obi-Wan Kenobi (2022)

Ditulis oleh Farrel (Kru ‘20)

Sejak dirumorkan akan digarap pada tahun 2018, spin-off dari salah satu karakter Star Wars, yaitu Obi-Wan Kenobi, akhirnya tayang di Disney+. Serial ini mengambil latar sepuluh tahun setelah kejadian runtuhnya masa keemasan para Jedi karena diburu oleh pasukan kekaisaran pimpinan Darth Vader. Mengisahkan kehidupannya selama pengasingan sejak kehilangan muridnya, yaitu Anakin Skywalker (Hayden Christensen) yang kini berubah menjadi Darth Vader, Obi-Wan Kenobi (Ewan McGregor) kini dihadapi tantangan untuk menyelamatkan Putri Leia Organa (Vivien Lyra Blair) yang diculik oleh Reva atau The Third Sister (Moses Ingram).

Kisah Obi-Wan Kenobi selama pengasingan sudah lama dinantikan untuk digarap menjadi sebuah spin-off. Namun sayangnya jika diperhatikan, kisah Obi-Wan pada serial ini hanya sebagai “bungkus” bagi konflik yang dialami oleh tokoh utama kedua, yaitu Reva. Konflik utama pada serial ini sejatinya dimiliki oleh Reva dan dijalankan oleh konflik sang tokoh utama, Obi-Wan Kenobi. Meskipun begitu, serial ini membuka banyak peluang bagi Disney untuk menggarap film-film baru bagi Star Wars. Mata penonton yang menjadi kerap tertuju pada Reva justru memberikan kesempatan bagi Disney untuk menggarap spin-off karakter Reva di masa yang akan datang. Keberhasilan penayangan serial Obi-Wan Kenobi juga membuka peluang bagi Disney untuk melanjutkannya pada season kedua yang lagi-lagi dirumorkan akan digarap.

Secara keseluruhan, serial Obi-Wan Kenobi sangat enjoyable. Didukung oleh sinematografi dan efek CGI yang memukau, cerita pada serial ini dibangun dengan sangat intens. Terlebih, serial Obi-Wan Kenobi menyuguhkan rematch antara Obi-Wan dan Darth Vader yang menjadikannya hidangan utama bagi para penonton. Pada akhirnya, penonton dibuat emosional oleh akhir dari hubungan antara Obi-Wan Kenobi dengan murid lamanya yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Beberapa adegan perkelahian juga dikemas sehingga memberikan aura tak terkalahkan bagi para tokohnya dan membuat penonton menjadi mind blown. Sound design pada serial ini juga menjadi keunggulan dari aspek teknis.

Meskipun Star Wars garapan George Lucas merupakan kisah fantasi, beberapa bagian pada serial spin-off ini malah terkesan tidak logis dan terlalu dilebih-lebihkan sehingga berujung pada timbulnya plot hole. Tidak sedikit performa yang dilakukan oleh para main cast terasa cringe. Serial ini juga memiliki plot yang cenderung rawan dan mudah ditebak. Walaupun begitu, serial Obi-Wan Kenobi memiliki banyak detail dan momen-momen yang membawa kita bernostalgia kepada film-film lamanya. Berkat adanya penjelasan beserta flashback, cerita pada serial ini masih dapat dipahami meskipun belum menonton film-film tersebut.

--

--

we talk about movies, tv shows, k-dramas, animes, and more!

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store