Review: The World of Us (2016)

Ditulis oleh Samuel (Kru ‘21)

Udah lama sejak nulis terakhir kali. ‘Dekat’nya film ini ngebuat untuk balik nulis.

“It’s the bracelet I gave you.” “So?” “Just wondering why you’re still wearing it.”

Ngga tahu ada yang pernah bilang atau ngga (atau mungkin lupa), tapi, kehidupan anak kecil mungkin dan bisa jadi merupakan cermin atau ‘miniatur’ dari kehidupan yang sesungguhnya. Waktu kecil sekitaran SD, pasti kita ngelaluin banyak hal, mulai dari belajar di sekolah, berteman, bermain, keluarga kita di rumah, lingkungan kita, dan hal lain yang ada di sekitar kita. Waktu itu kita kecil, kita ngga terlalu tahu banyak, kita cuma ikutin alurnya aja. Kalau kita senang, kita senang terus. Kalau kita sedih, kita sedih terus. Kalau ada masalah, kita ngga tahu apa yang harus dilakuin untuk ngehadapin masalah itu. Yang kita bisa cuma berpikir, merenung, karena mungkin aja, itu pertama kali kita dapet masalah itu. Kita mungkin mikir, ‘kok bisa ya, kayak gitu?’

Sun, si tokoh utama, adalah anak SD ‘terkuat’ yang pernah ada. Sun ngga nangis waktu temannya ngekhianatin dia. Sun ngga nangis waktu adiknya disakitin sama teman mainnya. Sun ngga nangis waktu kakeknya meninggal, begitu juga waktu dia diledek, dijauhin, dan dibilang “pantesan kamu ngga punya teman” sama teman ‘dekat’nya sendiri. Di lain sisi, kita mungkin berpikir, ‘ada ya anak SD yang sekuat ini? Kalau kita, mungkin kita nangis. Kalau ada teman kita yang ngebully kita, pasti kita marah, balas balik. Dan kalau ada teman dekat kita yang ngekhianatin kita, pasti kita nangis dan marah-marah ke dia. Tapi, Sun ngga. Dia dewasa. Tapi, bukan berarti ngga ada batasnya. Sun bisa marah dan nangis. Dia juga anak kecil.

Mungkin, Sun adalah saya waktu kecil. Ngga dari semuanya jadi cerminan, tetapi ada beberapa. Saya masih punya teman dekat waktu SD, ngga ‘seburuk’ Sun kelihatannya. Tapi, di beberapa sisi, saya bisa ngerasain apa yang dirasain Sun. Kesendiriannya. Sun ‘dekat’ dengan saya, dan mungkin penonton lain. Ekspresi Sun sepanjang film menyiratkan bahwa ia bersifat dewasa dan bijak, pun ketika lingkungan sekitarnya ‘jahat’ ke dia. Ini yang ngga bisa dilakuin orang pada umumnya.

Di dalam hidup juga, kita lebih baik jadi diri kita sendiri. Kita ngga perlu berbohong ke diri kita sendiri ataupun orang lain. Kalau waktu kecil kita sudah menjadi ‘Jia’, berarti ada yang perlu diubah dari diri kita. Kita harus tahu apa itu arti hati dan teman. Kedua hal itu perlu kita tanam maknanya dalam diri kita dari kecil karena keduanya adalah salah dua esensi dalam kehidupan.

Yoon Ga-Eun sukses ngegambarin masa kecil anak SD di film ini. Ngga ada yang kurang dari narasi ceritanya. Kita, penonton, merasa relate dengan apa yang terjadi di film ini, baik itu mengingat waktu kita kecil, ataupun kalau kita sudah punya anak. Ga-Eun dengan sederhana dan dengan mulusnya menampilkan kehidupan anak SD di Korea, yang kemungkinan besar merupakan cerminan universal, tidak hanya di Korea saja. Perasaan relate dan ‘dekat’ penonton ke cerita si film ngebuktiin kalau Ga-Eun adalah pencerita yang baik.

“Then when do we play? He hits me, and I hit him, and he hits me. When do we play? I just want to play.”

Yoon Ga-Eun juga didukung sama penampilan ‘primadona-primadona’ kecil. Akting anak kecil Korea memang ngga diraguin lagi. Saya kagum dengan akting Choi Soo-In (Sun) dari awal hingga akhir film. Sangat baik. Teman-temannya juga demikian, berhasil membawa kehidupan anak kecil menjadi ‘real’.

The World of Us jadi salah satu film anak kecil ter-relatable yang pernah saya tonton. Ini tentang pertemanan, kesendirian, dan masa kecil. Sepanjang film, saya merasa relate dan ngga ada sedetik pun kebingungan dengan ceritanya. Ya, kita ngga perlu narasi-narasi ‘berat’ untuk ngebawa cerita untuk sampai ke penonton. Kita cuma butuh realita yang ada.

--

--

we talk about movies, tv shows, k-dramas, animes, and more!

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store